Jumat, 03 Maret 2017

Keunikan Suku Dayak

Tidak Terduga, Berikut 3 Kekhasan Suku Dayak di Pulau Borneo

Untuk Anda yang pernah berlayar ke pulau Kalimantan, pasti tak asing lagi dengan suku Dayak. Peluang juga Anda bakal terasa takjub ketika Anda mendengar nyatanya di suku Dayak ada beberapa hal yang tidak terduga.

Apa sajakah beberapa hal unik yang tidak terduga itu? Tersebut penjelasannya.

1. Suku Dayak itu Banyak

Apabila Anda bermain, bersilaturahmi atau sebatas berjalan-jalan ke pulau Kalimantan, pasti Anda bakal menjumpai suku Dayak. Disana, mungkin saja Anda makin bingung lantaran Dayak yang ada di fikiran serta kenyataan memanglah tidak sama.

Di fikiran kita, terbayang suku Dayak itu satu nama yang satu, tidak ada yang lain. sebenarnya, suku Dayak itu banyak. Suku dayak jadi berbagai macam sub suku diantaranya Dayak Kalsel, Dayak Kalimantan barat, Dayak Kalimantan timur serta yang lain masihlah terbagi-bagi sub.


2. Lain Suku, Lain Bahasa

Apabila Anda menduga cukup kuasai satu bhs Dayak waktu bertandang ke suku Dayak itu tidak ada kelirunya. Tetapi, itu belum sangat cukup untuk merajut komunikasi yang efisien.

Ya, di suku Dayak tiap-tiap subnya memiliki bhs sendiri. Walau masihlah ada banyak sinonim, namun masih tetap juga banyak ketidaksamaan.

3. Sape

Tahukah Anda Sape? Anda benar. Sape yaitu alat musik khas Dayak. Alat musik ini serupa semacam gitar dengan beberapa cuplikan untuk memastikan nadanya. Tersebut sape dengan bebeberapa dawai yang bisa menyebabkan kemerduan bunyi.

Tersebut kekhasan suku Dayak di pulau Kalimantan. Tidak terbayangkan kan berapakah banyak kekayaan Indonesia dalam soal budaya?

Itu saja cuma kajian sekitar kekhasan di satu diantara suku di Indonesia yaitu Dayak. Belum kajian suku-suku dari Sabang hingga Merauke.

Keunikan Suku Toraja

Kekhasan Kebudayaan Tana Toraja
Kekhasan kebudayaan Tana Toraja terdapat pada ritual pemakaman, tempat tinggal tradisional, ukiran kayu serta tari-tariannya. Dari demikian banyak kebudayaan nan ada, ritual pemakaman adalah momen sosial nan krusial dalam tingkatan kehidupan orang-orang Toraja.

1. Ritual Pemakaman dalam Kebudayaan Tana Toraja
Tidak sama dengan kebudayaan pada daerah lain di Indonesia, ritual pemakaman nan dipunyai oleh kebudayaan Tana Toraja termasuk " rumit ". Dalam kebudayaan Tana Toraja, upacara memakamkan seorang jadi satu acara kebiasaan nan memerlukan cost begitu mahal.

Upacara pemakaman nan dikerjakan oleh orang-orang dengan kebudayaan Tana Toraja bisa tunjukkan status sosial seorang. Makin kaya, jadi upacara pemakamannya bakal makin elegan serta besar. Bila keluarga nan ditinggalkan datang dari keluarga nan simpel, jadi ia mesti menyatukan duit terlebih dulu supaya bisa mengadakan upacara pemakaman.

Penyembelihan kerbau serta babi juga memberi warna upacara pemakaman pada kebudayaan Tana Toraja. Dalam upacara pemakaman orang-orang Tana Toraja, mayat bakal disemayamkan dengan tiga langkah, yakni peti diisi mayat disimpan di dalam gua, dimakamkan dibatu berukir atau digantung demikian saja ditepian tebing-tebing batu.


2. Kebudayaan Tana Toraja - Strata Sosial dalam Orang-orang Toraja
Jalinan keluarga orang-orang disini bertalian dekat dengan kelas sosial. Strata kelas sosial masihlah tampak pada kebudayaan Tana Toraja. Kelas sosial di turunkan lewat ibu.
Mengenai strata kelas sosial nan di kenal dalam kebudayaan Tana Toraja yakni bangsawan, orang umum, serta budak. Budak telah dihapuskan mulai sejak jaman penjajahan Belanda walau sekarang ini masihlah ada beberapa orang-orang nan jadi budak.

Kelas bangsawan memperoleh loka nan begitu dihormati di kebudayaan Tana Toraja. Bangsawan begitu melindungi prestise kebangsawanannya. Hal semacam ini dapat diliat masihlah ada sikap merendahkan pada orang umum sebab argumen prestise keluarga. Golongan bangsawan harus mengadakan ritual pemakaman serta jenazah bangsawan di tempatkan di loka pemakaman spesial.


3. Kebudayaan Tana Toraja - Tempat tinggal Adat
Suku Toraja mempunyai tempat tinggal tradisional nan khas. Tempat tinggal tradisional khas kebudayaan Tana Toraja dimaksud tempat tinggal Tongkonan, datang dari bhs Toraja, tongkon, nan bermakna 'duduk'.
Tempat tinggal ini adalah pusat pemerintahan, kekuasaan kebiasaan, serta perubahan kehidupan sosial budaya orang-orang dalam kebudayan Tana Toraja.

Dalam kebudayaan Tana Toraja, ada tiga type tempat tinggal Tongkonan. Pertama, Tongkonan Layuk adalah loka kekuasaan tertinggi nan dipakai sebagai pusat pemerintahan. Ke-2, Tongkonan Pekamberan adalah punya anggota keluarga nan mempunyai wewenang eksklusif dalam kebiasaan serta kebiasaan lokal. Paling akhir, Tongkonan Batu khusus anggota keluarga umum.


4. Kebudayaan Tana Toraja - Kekhasan Ukiran serta Pahatan Asal Toraja
Ciri khas lain dari kebudayaan Tana Toraja adalah ada seni ukiran. Suku Toraja memakai ukiran buat tunjukkan rencana keagamaan serta sosial. Ukiran dari kayu ini dapat adalah wadah berkomunikasi orang Toraja sebab bhs Toraja cuma disampaikan serta tidak mempunyai system tulisan. Oleh karenanya, ukiran kayu nan dimaksud Pa'ssura (tulisan) adalah perwujudan budaya Toraja atau bentuk dari kebudayaan Tana Toraja.

Ada sekitaran 67 type ukiran dengan bermacam corak serta rona pada kebudayaan Tana Toraja. Tiap-tiap ukiran mempunyai nama khusus serta motif nan tidak sama. Misalnya, ukiran motif hewan serta tanaman melambangkan kebajikan, motif tanaman seperti gulma air dan hewan seperti kepiting serta kecebong melambangkan kesuburan.

Terkecuali seni ukir, di kenal seni pahat. Seni ini dapat diliat dalam tempat tinggal Tongkonan. Satu diantara hasil seni pahat dalam kebudayaan Tana Toraja adalah Kabongo ', yakni kepala kerbau nan dipahat dari kayu cendana atau kayu nangka serta diperlengkapi tanduk kerbau asli.


5. Kebudayaan Tana Toraja - Loka Wisata di Tana Toraja
Tempat wisata nan kerap dikunjungi di Tana Toraja adalah Rantepao. Rantepao terdapat sekitaran 328 km dari Makassar serta Makale. Kota Rantepao ini terdapat di dataran nan lebih tinggi dengan panorama nan begitu indah. Tak jauh dari kota Rantepao, ada dua tempat pemakaman suku Toraja nan populer, yakni Ke'te Kesu serta Londa.

Ke'te Kesu serta Londa adalah loka pekuburan alam purba berdinding batu, berbentuk gua. Gua-gua di Ke'te Kasu serta Londa kedalamannya bisa meraih 1000 m. Pekuburan alam purba ini diperlengkapi benteng pertahanan nan bernama Tarangenge, nan terdapat diatas punggung gua. Panorama spektakuler itu makin memberi kaya kebudayaan Tana Toraja.

Gua itu penuh dengan tulang serta tengkorak beberapa leluhur serta tau-tau. Tau-tau ini adalah tandanya kalau sudah demikian banyak putra-putra Toraja paling baik nan dimakamkan lewat upacara kebiasaan tertinggi di lokasi Tana Toraja. Bagaimanapun memiliki bentuk, kebudayaan Tana Toraja tetaplah jadi satu diantara kebanggaan Indonesia nan mesti dilestarikan.

Keunikan Suku Aborigin

Aborigin adalah masyarakat asli benua Australia. 

Aborigin Australia yaitu arti yang umum dipakai untuk mengacu pada beberapa orang Aborigin serta masyarakat pulau dari Selat Torres. 



Masyarakat pribumi ini membuat 2, 4% dari populasi modern Australia. Mereka tinggal di daratan Australia, Tasmania, serta pulau-pulau sekitarnya. 

Dipercaya suku Aborigin tempati Australia serta pulau sekitarnya nyaris mulai sejak 70. 000 th. waktu lalu. 

Masyarakat pribumi ini bicara kian lebih 250 bhs serta dialek yang tidak sama serta dikira sebagai 20 type bhs didunia yang terancam punah. 

Orang-orang Aborigin tidaklah entitas sosial tunggal, mereka mempunyai komponen serta segmen yang tidak sama dalam model subsisten, budaya, dan bhs. 

1. Bahasa 

Kata Aborigin mempunyai arti ‘paling awal dikenal’. Mereka mempunyai budaya, warisan, serta histori yang tidak sama dari bebrapa grup lain di semua dunia. 

Bhs asli suku Aborigin Australia di ketahui tak berkaitan dengan satu diantara bhs dibagian lain dunia. 

Sekarang ini, cuma ada kurang dari 200 bhs asli Australia yang dipakai. 

Pakar bhs pelajari bhs Australia sebagai Pama Nyungan serta non-Pama Nyungan. 

Bhs Pama-Nyungan sebagian besar terbagi dalam keluarga bhs berkaitan, sedang yg tidak terkait dipelajari pakar sebagai bhs non-Pama Nyungan. 

Grup bhs itu dipercaya sebagai hasil dari kontak yang lama serta intim. 

Satu feature umum dari bhs yaitu kalau mereka menghadirkan langkah bicara spesial yang intim dipakai serta cuma dipakai dihadapan kerabat. 

2. Budaya 

Aborigin Australia menghadirkan bermacam pola pengelompokan linguistik. 



Hal semacam ini memperlihatkan ada macam beberapa praktek budaya yang bermacam, walau kadang-kadang tunjukkan ada sinyal tanda persamaan. 

Data sensus tunjukkan kalau 72% Aborigin mempraktikkan satu diantara ‘bentuk’ ajaran Kristen walau berbeda persis, sesaat 16% tak berpedoman agama apa pun. 

Sekarang ini tengah berlangsung penambahan jumlah anggota orang-orang yang ikuti ajaran Islam. 

Diantara suku Aborigin Australia, nilai-nilai religius serta kebiasaan lisan umumnya berdasar pada penghormatan pada pulau serta alam sekitaran sebagai rumah mereka. 

Pada saat terlebih dulu, grup yang tidak sama menghadirkan budaya, keyakinan, serta bahasanya sendiri. 

3. Seni serta Lukisan Aborigin Australia 

Kebudayaan Australia kaya kebiasaan seni Aborigin. Bentuk kesenian Aborigin mengingatkan kembali pada saat kian lebih beberapa ribu th. waktu lalu. 

Seni pahat batuan serta lukisan kulit kayu menghadirkan kehidupan Aborigin yang sesuai dengan alam. 

Jalinan pada orang-orang Aborigin serta lingkungannya paling tampak dalam pemakaian warna alami dalam lukisan yang beberapa besar terbuat dari oker (ochre). 

Walau sekarang ini beberapa seniman Aborigin modern masihlah melanjutkan kebiasaan, namun mereka juga mulai mengambil material modern yang serbaguna. 

Terkecuali mempunyai pelanggan internasional, kesenian asli Aborigin juga jadi sumber pendapatan yang besar untuk sebagian komune di Australia. 

Sekarang ini, beberapa besar suku Aborigin sudah geser ke kota. 

Tetapi mereka alami kesusahan kesehatan serta ekonomi, dengan tanda sosial yang jelek seperti pendidikan yang rendah, banyak pengangguran, dan kemiskinan yang tinggi. 

Sistem urbanisasi ini lebih berdasar pada desakan politik dibanding hasrat mereka sendiri. 

Dengan cara politik, dua masyarakat Aborigin sudah sukses mencapai kursi di Parlemen Australia, yaitu Neville Bonner serta Aden Ridgeway, s/d th. 2005. 

Diantara beberapa nama Aborigin yang populer salah satunya yaitu nama bekas kapten Tim Rugby Australian National League, Arthur Beeton, atlet Olimpiade Cathy Freeman serta aktor David Gulpilil.